Monday, 6 February 2012

You Lost Me

Kau mengakhirinya dengan cara dan keadaan seperti ini bukan? setelah 6 tahun, cara ini yang kau pilih.
well... aku akan mengikuti permainanmu :)

Aku hanya ingin diingat sebagai gadis yang selalu tersenyum, satu-satunya orang yang mencerahkan harimu, meskipun aku tidak dapat mencerahkan hariku sendiri.

Suatu saat, mataku tidak akan membara ketika aku mendengar namamu disebut. 
Suatu saat, Tubuhku tidak akan bergetar ketika kau berjalan di sampingku.
Suatu saat, jantungku tidak akan berdetak kencang ketika kau tersenyum padaku. 
Suatu saat, Kau tidak akan menemukan diriku yang menyayangimu seperti dulu. Kau hanya kenangan buruk di dalam otakku. Jangan terkejut jika suatu hari ketika kau dengan sengaja berjalan di depanku aku tidak melihat kearahmu. sedikitpun. 
Dan suatu saat ketika kau mengajakku berbicara, aku akan mengacuhkanmu. Bagian yang paling menyedihkan adalah ketika Kau bertanya pada dirimu sendiri, dimana dulu dirimu ketika ada seorang aku yang gigih memperjuangkanmu? tidak ada seorangpun yang bisa kau salahkan kecuali dirimu sendiri. 
Aku pernah memberimu banyak sekali kesemptan yang bahkan tidak pernah kau minta. Dan kau... hanya membuang kesempatan itu berulang kali dengan sia-sia. yang bagimu, hanyalah sampah. 
Suatu saat, aku akan berjalan dengan senyuman di wajahku, kemudian aku akan tertawa lebih kencang bahkan dari sebelumnya.
Suatu saat, kita akan berpapasan dan kau berkata dalam hati "Dulu dia pernah mencintaiku sepenuh hatinya"
Dan saat itu, kau akan menyadari, bahwa kau telah kehilangan seorang diriku..

Sunday, 5 February 2012

How could you be so heartless?

How could you be so heartless? 

6 tahun.
ternyata sudah selama itu aku mengenalmu, terjebak dalam hubungan yang bahkan aku sendiri tidak tau apa sebutanya. kekasih? sahabat? teman? aku bukan ketiganya, tapi kau memiliki hati ku, dan aku membiarkan mu berlaku sesuka hatimu.

6 tahun.
aku mengenalmu, lebih dari dirimu sendiri..
Mereka, yang bahkan kau sebut 'Sahabat' tidak mengenalmu yang sebenarnya bukan?
kadang aku menahan tawa dari belakang. lucu sekali. kau begitu menakjubkan dengan..... kepribadian gandamu.

Kemudian.. mereka mengetahuinya. tentang kita, mereka mengetahuinya..

Yang aku tahu, kau adalah bagian dari hidupku. tidak apa-apa jika kau berpikira lain, tapi kau lah alasan ku menangis dan tertawa. Sampai hari itu...
kau menjadi alasan mengapa aku menangis dan...menangis dan... menangis. Kau menyebutku seorang "Pembohong".
Demi mu, aku harus menjawab pertanyaan pertanyaan bodoh mereka..
Demi mu, aku menahan luka ku ketika kata demi kata keluar dari bibirku.
Demi mu, aku harus mengeringkan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mataku.
Demi mu, aku harus... mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyesakkan isi dadaku.
sudah kucoba melindungi nama mu, menjelaskan pada mereka bahwa itu tidak seperti yang mereka pikirkan sudah kucoba.. sudah kucoba... untuk melindungi dirimu, hanya secuil fakta dari ribuan kenyataan yang terpaksa aku buka. Demi mu. tapi kau sebut aku "pembohong". bisa kah kau bayangkan perasaanku? kau mengatakanya, hanya untuk mencari kata "aman" untuk dirimu sendiri bukan?
Kau bahkan tidak pernah peduli bagaimana denganku.. tidak sedikitpun..tidak sama sekali.
Bagaimana bisa kau menjadi seseorang yang tidak berhati?
selama itu, kau mengenalku. kau sangat mengenalku.