Sunday, 30 December 2012
Aku, Seorang Pecinta
Aku.
Aku mencintaimu ketika kau tidak tau aku sedang mencintaimu. Aku mencintaimu...seperti...
Apakah seperti bunyi laut yang bergemuruh dan kemudian lembut? ataukah seperti suara ombak yang pecah pias di ujung pasir putih yang terhampar diam? Pasrah? Aku tak tau.
Aku.
Aku mencintaimu seperti aku tak mencintamu. Bukankah rasa memang seperti itu? saling menipu. karena kadang kala, pun keadaan tak berpihak padaku.
Aku.
Aku mencintaimu. Walau tak seperti Gibran ataupun Shakespeare, tapi aku Pecinta.
Aku.
Aku menunggumu. Menunggumu mengatakan bahwa 'aku juga mencintaimu'. Menunggumu mengatakan bahwa 'Kita akan bersama'. Menunggumu mengatakan bahwa 'Kau berarti dalam hidupku'. Pun sekedar berkata 'Aku merindukanmu'.
Tapi bukankah cinta itu rumit? Tak sesederhana seperti Hawa merayu Adam. Tak seperti hujan yang jatuh, menetes di tubuh kering bumi. Tak seperti embun yang cepat menghilang. Tak seperti itu bukan?
Aku hanya ingin kau tau bahwa aku mencintaimu. Tak perlu begitu rumit, Tak perlu begitu sulit, Mencintaimu dengan sederhana. Memasukkan tiap namamu dalam doaku, Berharap bertemu kau di ujung pelangi sana dan menepuk bahumu sambil berkata "Hai, sudah lama menungguku?". Sesederhana itu, hanya sesederhana itu. Tak bisa kah? Ah, aku tak tau.
Am I? such a loner.
....bahwa aku....juga..ingin dijaga..ingin di pedulikan..ingin dilindungi. I've learned that people will forget what you said, people will forget
what you did, but people will never forget how you made them feel. ah
sudahlah. percuma. ingin mengetahui siapa aku saat ini? I'm such
a LONER.
...cukup egois? Oh! ada satu hal yang selalu menjadi ganjalan di hatiku, mungkin Engkau sudah tau? boleh aku teriakkan sekarang? karena kalimat ini sudah mencapai tenggorakan ku. AKU JENUH!AKU LELAH MENJADI SEORANG YANG....Seperti ini.
...cukup egois? Oh! ada satu hal yang selalu menjadi ganjalan di hatiku, mungkin Engkau sudah tau? boleh aku teriakkan sekarang? karena kalimat ini sudah mencapai tenggorakan ku. AKU JENUH!AKU LELAH MENJADI SEORANG YANG....Seperti ini.
Sunday, 23 December 2012
hello, this is me!
hello, long time no see ya? aku ingin memulai menulis kembali setelah beberapa waktu aku sempat hiatus dari website ini. kau tau? seseorang pernah berkata padaku, "seseorang mungkin tumbuh, lalu dia berubah, tapi memori di ingatanya akan tetap sama." well...dan apa yang aku dapatkan? dia benar. aku bukan lagi anak SMA berumur 17 tahun yang selalu merengek dan megeluh. beberapa bulan lagi, usiaku merupakan angka 1 terakhir, dan tahun berikutnya aku sudah bukan teenager lagi. waktu berlalu begitu cepat bukan? mengingat setiap detail dari moment yang pernah aku lalui, semuanya terasa begitu buram, hanya sekelibat bayangan di otakku.
Dan...Ya, aku merasakan perubahan dalam diriku. aku yang dulu selalu menjadi anak manja, sekarang mulai mengerti apa itu yang di sebut dengan kemandirian. Hei, aku masih belajar okay? hahaha tentu tidak secepat itu, aku masih merangkak menuju kedewasaan.
Emm...saat ini aku sudah menjadi mahasiswa. "ada kata maha di depan kata siswa" begitu kata kakak tingkatku. tentu saja aku bisa membacanya haha. tapi ini bukan lagi soal bisa membaca, tapi bagaimana kita memahami diri kita.
Sekarang, sudah terpisah dengan keluargaku, Mama, Papa, Kakak2 ku. aku merindukan mereka kau tau? sangat sangat merindukan mereka. Tapi disini aku memiliki keluarga kecil lain yang akan selalu bersamaku. tentu saja selama mereka tidak meninggalkan ku hehe. Ada sahabat-sahabatku yang freak, namun selalu ada saat suka duka ku. ada anggota Paduan suara yang "chaaaaps" begitu mereka menyebut diri mereka, yang merupakan sumber refreshing ku, Dan ada...... Dia. ups, untuk soal ini, lain kali saja ;)
Dan...Ya, aku merasakan perubahan dalam diriku. aku yang dulu selalu menjadi anak manja, sekarang mulai mengerti apa itu yang di sebut dengan kemandirian. Hei, aku masih belajar okay? hahaha tentu tidak secepat itu, aku masih merangkak menuju kedewasaan.
Emm...saat ini aku sudah menjadi mahasiswa. "ada kata maha di depan kata siswa" begitu kata kakak tingkatku. tentu saja aku bisa membacanya haha. tapi ini bukan lagi soal bisa membaca, tapi bagaimana kita memahami diri kita.
Sekarang, sudah terpisah dengan keluargaku, Mama, Papa, Kakak2 ku. aku merindukan mereka kau tau? sangat sangat merindukan mereka. Tapi disini aku memiliki keluarga kecil lain yang akan selalu bersamaku. tentu saja selama mereka tidak meninggalkan ku hehe. Ada sahabat-sahabatku yang freak, namun selalu ada saat suka duka ku. ada anggota Paduan suara yang "chaaaaps" begitu mereka menyebut diri mereka, yang merupakan sumber refreshing ku, Dan ada...... Dia. ups, untuk soal ini, lain kali saja ;)
Monday, 6 February 2012
You Lost Me
Kau mengakhirinya dengan cara dan keadaan seperti ini bukan? setelah 6 tahun, cara ini yang kau pilih.
well... aku akan mengikuti permainanmu :)
Aku hanya ingin diingat sebagai gadis yang selalu tersenyum, satu-satunya orang yang mencerahkan harimu, meskipun aku tidak dapat mencerahkan hariku sendiri.
Suatu saat, mataku tidak akan membara ketika aku mendengar namamu disebut.
Suatu saat, Tubuhku tidak akan bergetar ketika kau berjalan di sampingku.
Suatu saat, jantungku tidak akan berdetak kencang ketika kau tersenyum padaku.
Suatu saat, Kau tidak akan menemukan diriku yang menyayangimu seperti dulu. Kau hanya kenangan buruk di dalam otakku. Jangan terkejut jika suatu hari ketika kau dengan sengaja berjalan di depanku aku tidak melihat kearahmu. sedikitpun.
Dan suatu saat ketika kau mengajakku berbicara, aku akan mengacuhkanmu. Bagian yang paling menyedihkan adalah ketika Kau bertanya pada dirimu sendiri, dimana dulu dirimu ketika ada seorang aku yang gigih memperjuangkanmu? tidak ada seorangpun yang bisa kau salahkan kecuali dirimu sendiri.
Aku pernah memberimu banyak sekali kesemptan yang bahkan tidak pernah kau minta. Dan kau... hanya membuang kesempatan itu berulang kali dengan sia-sia. yang bagimu, hanyalah sampah.
Suatu saat, aku akan berjalan dengan senyuman di wajahku, kemudian aku akan tertawa lebih kencang bahkan dari sebelumnya.
Suatu saat, kita akan berpapasan dan kau berkata dalam hati "Dulu dia pernah mencintaiku sepenuh hatinya"
Dan saat itu, kau akan menyadari, bahwa kau telah kehilangan seorang diriku..
Sunday, 5 February 2012
How could you be so heartless?
How could you be so heartless?
6 tahun.
ternyata sudah selama itu aku mengenalmu, terjebak dalam hubungan yang bahkan aku sendiri tidak tau apa sebutanya. kekasih? sahabat? teman? aku bukan ketiganya, tapi kau memiliki hati ku, dan aku membiarkan mu berlaku sesuka hatimu.
6 tahun.
aku mengenalmu, lebih dari dirimu sendiri..
Mereka, yang bahkan kau sebut 'Sahabat' tidak mengenalmu yang sebenarnya bukan?
kadang aku menahan tawa dari belakang. lucu sekali. kau begitu menakjubkan dengan..... kepribadian gandamu.
Kemudian.. mereka mengetahuinya. tentang kita, mereka mengetahuinya..
Yang aku tahu, kau adalah bagian dari hidupku. tidak apa-apa jika kau berpikira lain, tapi kau lah alasan ku menangis dan tertawa. Sampai hari itu...
kau menjadi alasan mengapa aku menangis dan...menangis dan... menangis.Kau menyebutku seorang "Pembohong".
Demi mu, aku harus menjawab pertanyaan pertanyaan bodoh mereka..
Demi mu, aku menahan luka ku ketika kata demi kata keluar dari bibirku.
Demi mu, aku harus mengeringkan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mataku.
Demi mu, aku harus... mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyesakkan isi dadaku.
sudah kucoba melindungi nama mu, menjelaskan pada mereka bahwa itu tidak seperti yang mereka pikirkan sudah kucoba.. sudah kucoba... untuk melindungi dirimu, hanya secuil fakta dari ribuan kenyataan yang terpaksa aku buka. Demi mu. tapi kau sebut aku "pembohong". bisa kah kau bayangkan perasaanku? kau mengatakanya, hanya untuk mencari kata "aman" untuk dirimu sendiri bukan?
Kau bahkan tidak pernah peduli bagaimana denganku.. tidak sedikitpun..tidak sama sekali.
Bagaimana bisa kau menjadi seseorang yang tidak berhati?
selama itu, kau mengenalku. kau sangat mengenalku.
6 tahun.
ternyata sudah selama itu aku mengenalmu, terjebak dalam hubungan yang bahkan aku sendiri tidak tau apa sebutanya. kekasih? sahabat? teman? aku bukan ketiganya, tapi kau memiliki hati ku, dan aku membiarkan mu berlaku sesuka hatimu.
6 tahun.
aku mengenalmu, lebih dari dirimu sendiri..
Mereka, yang bahkan kau sebut 'Sahabat' tidak mengenalmu yang sebenarnya bukan?
kadang aku menahan tawa dari belakang. lucu sekali. kau begitu menakjubkan dengan..... kepribadian gandamu.
Kemudian.. mereka mengetahuinya. tentang kita, mereka mengetahuinya..
Yang aku tahu, kau adalah bagian dari hidupku. tidak apa-apa jika kau berpikira lain, tapi kau lah alasan ku menangis dan tertawa. Sampai hari itu...
kau menjadi alasan mengapa aku menangis dan...menangis dan... menangis.
Demi mu, aku harus menjawab pertanyaan pertanyaan bodoh mereka..
Demi mu, aku menahan luka ku ketika kata demi kata keluar dari bibirku.
Demi mu, aku harus mengeringkan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mataku.
Demi mu, aku harus... mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyesakkan isi dadaku.
sudah kucoba melindungi nama mu, menjelaskan pada mereka bahwa itu tidak seperti yang mereka pikirkan sudah kucoba.. sudah kucoba... untuk melindungi dirimu, hanya secuil fakta dari ribuan kenyataan yang terpaksa aku buka. Demi mu. tapi kau sebut aku "pembohong". bisa kah kau bayangkan perasaanku? kau mengatakanya, hanya untuk mencari kata "aman" untuk dirimu sendiri bukan?
Kau bahkan tidak pernah peduli bagaimana denganku.. tidak sedikitpun..tidak sama sekali.
Bagaimana bisa kau menjadi seseorang yang tidak berhati?
selama itu, kau mengenalku. kau sangat mengenalku.
Friday, 27 January 2012
Berakhir
"Dalam waktu 3 bulan, ada beberapa hal yang akan baru saja dimulai, dan sisanya, akan berakhir"
Aku mengupdate kalimat itu di account twitter ku. kata "Berakhir" aku ulang kembali. jangankan untuk mengucapkan kalimat itu, menggiring jari" ku di atas keyboard ini saja terasa berat.
dalam beberapa bulan lagi, berakhir sudah beban yang seakan menindih kepalaku selama beberapa tahun ini. beban yang seakan akan tidak ada hentinya mengoyak isi dadaku. Rahasia yang selama beberapa tahun ini aku simpan rapat-rapat. tidak ada seorangpun yang tau. Hanya aku, dia dan Tuhan yang tau.
Namun di balik itu, jika aku mengingat kebahagian yang telah aku rajut bersama teman-temanku. aku...tidak rela membiarkan semuanya berakhir.
"Teman-teman". sekalipun mungkin beberapa dari mereka tidak peduli akan keberadaanku, tapi mereka adalah hal penting dalam hidupku. itulah kenyataanya. mereka berarti, mereka bermakna. aku menyayangi mereka.
"Berakhir".
aku mengulang kalimat itu di twitterku. mencoba menyadarkan diriku yang masih tidak percaya bahwa beberapa hal akan benar-benar berakhir. Sedih, marah, kecewa. entah apa kata yang tepat mendeskripsikan perasaanku saat ini.
Beberapa orang mengira aku senang akan kata "berakhir" yang aku ucapkan. hah yang benar saja, sekalipun aku menunggu 'akhir' untuk satu hal, tapi kenyataanya tidak ada manusia yang menginginkan akhir sedih seperti ini.
aku membiarkanya. aku tetap membiarkanya mengira bahwa aku senang akan akhir seperti ini. kalaupun aku harus menjelaskan, apa yang harus aku jelaskan? mereka mempunyai pemikiranya sendiri bukan?
Biarlah, aku sudah berusaha mempertahankan mereka, tapi batas kemampuanku... sudah mencapai garisnya. :)
Maaf Tuhan, aku tidak bisa menjaga baik secuil anugerah yang kau berikan padaku. Yang aku tau, aku menyesal semuanya akan berakhir.
Aku mengupdate kalimat itu di account twitter ku. kata "Berakhir" aku ulang kembali. jangankan untuk mengucapkan kalimat itu, menggiring jari" ku di atas keyboard ini saja terasa berat.
dalam beberapa bulan lagi, berakhir sudah beban yang seakan menindih kepalaku selama beberapa tahun ini. beban yang seakan akan tidak ada hentinya mengoyak isi dadaku. Rahasia yang selama beberapa tahun ini aku simpan rapat-rapat. tidak ada seorangpun yang tau. Hanya aku, dia dan Tuhan yang tau.
Namun di balik itu, jika aku mengingat kebahagian yang telah aku rajut bersama teman-temanku. aku...tidak rela membiarkan semuanya berakhir.
"Teman-teman". sekalipun mungkin beberapa dari mereka tidak peduli akan keberadaanku, tapi mereka adalah hal penting dalam hidupku. itulah kenyataanya. mereka berarti, mereka bermakna. aku menyayangi mereka.
"Berakhir".
aku mengulang kalimat itu di twitterku. mencoba menyadarkan diriku yang masih tidak percaya bahwa beberapa hal akan benar-benar berakhir. Sedih, marah, kecewa. entah apa kata yang tepat mendeskripsikan perasaanku saat ini.
Beberapa orang mengira aku senang akan kata "berakhir" yang aku ucapkan. hah yang benar saja, sekalipun aku menunggu 'akhir' untuk satu hal, tapi kenyataanya tidak ada manusia yang menginginkan akhir sedih seperti ini.
aku membiarkanya. aku tetap membiarkanya mengira bahwa aku senang akan akhir seperti ini. kalaupun aku harus menjelaskan, apa yang harus aku jelaskan? mereka mempunyai pemikiranya sendiri bukan?
Biarlah, aku sudah berusaha mempertahankan mereka, tapi batas kemampuanku... sudah mencapai garisnya. :)
Maaf Tuhan, aku tidak bisa menjaga baik secuil anugerah yang kau berikan padaku. Yang aku tau, aku menyesal semuanya akan berakhir.
Thursday, 26 January 2012
Tawa dan Retakan
Hari ini aku tertawa lepas.. ya, aku tidak berbohong kali ini, aku benar-benar tertawa di tempat yang aku anggap sebagai..neraka? anggap saja begitu.
ruang kelasku.
dimana semua orang disana mengerti bahwa aku...ah, bukan aku, tapi hatiku yang sedang tersakiti. namun tetap saja, sedikitpun, mereka tidak peduli. dan aku memilih..diam dan..berpura-pura semua baik-baik saja.
Hari ini, di ruang itu, aku membuat beberapa teman disekitarku tertawa hingga mengeluarkan air mata. boleh jujur? aku senang ada orang yang tertawa karenaku. tertawa dari hati mereka. hihi. mereka menyebutku "gila" hari ini. aku tidak keberatan mereka bertiga menyebutku "gila". karena kenyataanya, aku memang merasa bahwa diriku mulai tidak waras.
Menjadi moodbooster untuk beberapa temanku. itu lebih baik daripada aku tidak melakukan apa-apa dan lagi-lagi teringat kepedihan dihatiku. katakan aku berlebihan, tapi, itu kenyataanya, kepedihanku ini berlebihan. salahku?
Aku sudah menahanya, aku sudah menahanya, aku akan baik-baik saja selama aku berpura-pura.
Crack. retak sudah pertahananku. aku tidak cukup kuat untuk membendung segala luka dan air mata. aku manusia, ingat? bagaimana bisa kau membendung sesuatu yang jelas-jelas di tempatmu berdiri saat itu ada goncangan yang mampu mengoyak pertahananmu? aku telah gagal. di depan mataku, semuanya...begitu buram, namun aku masih bisa melihat jelas, dengan hatiku. semua terlihat jelas, begitu nyata.
Dan malam ini, aku menangis. aku terlalu cengeng bukan? aku tau hal itu, dan aku tidak bisa menghentikanya. berulang kali nama Tuhan keluar dari mulutku. Aku menyebut nama-Nya. berulang-ulang. aku meminta-Nya untuk menolongku, menopangku, membantu ku berdiri, dan memperbaiki retakan dihatiku.
Ya Tuhan.. tutuplah retakan ini, beri aku waktu lebih lama untuk bertahan, sedikit lebih lama dari saat ini, sedikit lebih lama.
ruang kelasku.
dimana semua orang disana mengerti bahwa aku...ah, bukan aku, tapi hatiku yang sedang tersakiti. namun tetap saja, sedikitpun, mereka tidak peduli. dan aku memilih..diam dan..berpura-pura semua baik-baik saja.
Hari ini, di ruang itu, aku membuat beberapa teman disekitarku tertawa hingga mengeluarkan air mata. boleh jujur? aku senang ada orang yang tertawa karenaku. tertawa dari hati mereka. hihi. mereka menyebutku "gila" hari ini. aku tidak keberatan mereka bertiga menyebutku "gila". karena kenyataanya, aku memang merasa bahwa diriku mulai tidak waras.
Menjadi moodbooster untuk beberapa temanku. itu lebih baik daripada aku tidak melakukan apa-apa dan lagi-lagi teringat kepedihan dihatiku. katakan aku berlebihan, tapi, itu kenyataanya, kepedihanku ini berlebihan. salahku?
Aku sudah menahanya, aku sudah menahanya, aku akan baik-baik saja selama aku berpura-pura.
Crack. retak sudah pertahananku. aku tidak cukup kuat untuk membendung segala luka dan air mata. aku manusia, ingat? bagaimana bisa kau membendung sesuatu yang jelas-jelas di tempatmu berdiri saat itu ada goncangan yang mampu mengoyak pertahananmu? aku telah gagal. di depan mataku, semuanya...begitu buram, namun aku masih bisa melihat jelas, dengan hatiku. semua terlihat jelas, begitu nyata.
Dan malam ini, aku menangis. aku terlalu cengeng bukan? aku tau hal itu, dan aku tidak bisa menghentikanya. berulang kali nama Tuhan keluar dari mulutku. Aku menyebut nama-Nya. berulang-ulang. aku meminta-Nya untuk menolongku, menopangku, membantu ku berdiri, dan memperbaiki retakan dihatiku.
Ya Tuhan.. tutuplah retakan ini, beri aku waktu lebih lama untuk bertahan, sedikit lebih lama dari saat ini, sedikit lebih lama.
Wednesday, 25 January 2012
Ujung Pelangi
Segala yang kurasakan menjadi alasan kenapa kamu aku butuhkan. Tanpa bisa ku tepis segala yang ku coba untuk urungkan.
Lewat sepencil keberanianku, ku tulis wakil hatiku. menyusup ke dalam ruang batin untuk memperjelas perasaanku. Aku tau seharusnya aku bertahan menjadi pembohong yang hebat. yang mampu membohongi diri sendiri. aku benar-benar ingin berbohong bahwa aku tak menyayangimu.
Namun apa daya hati manusia? Ia tak punya alat penepis rasa.
Mengapa aku masih terus bertahan di dalam cinta dengan perbedaan ini? Kita ini berbeda. Ketika aku terdiam terhanyut dalam sepiku, kamu sedang berada di dunia sempurnamu.
Kadang aku merasa begitu....kosong...sendiri.. atau apalah yang bisa menafsirkan rasa hampaku. aku bukan lelah. bukan! atau bosan? bukan! aku hanya.. takut. Kumohon mengertilah.. dapatkah kamu bayangkan jika kita tidak menemukan ujung jalan? maksudku, kita tidak menemukan akhir kisah yang sedang kita perjuangkan, hanya ke-siaan, kamu tau? SAD ENDING. aku takut!
jika kita tidak menemukan ujung pelangi, akankah kamu menangis? tidak ya? tidak perlu bertanya padaku, karena aku pasti menangis..
Dari segala asa yang tersembunyi, dari banyak selipan yang ku bohongi, dari segenap rasa yang kupungkiri, sebenarnya aku masih selalu berharap pada keajaiban, agar Tuhan mengijinkan kita menjadi satu. Lebih dari selamanya.
Lewat sepencil keberanianku, ku tulis wakil hatiku. menyusup ke dalam ruang batin untuk memperjelas perasaanku. Aku tau seharusnya aku bertahan menjadi pembohong yang hebat. yang mampu membohongi diri sendiri. aku benar-benar ingin berbohong bahwa aku tak menyayangimu.
Namun apa daya hati manusia? Ia tak punya alat penepis rasa.
Mengapa aku masih terus bertahan di dalam cinta dengan perbedaan ini? Kita ini berbeda. Ketika aku terdiam terhanyut dalam sepiku, kamu sedang berada di dunia sempurnamu.
Kadang aku merasa begitu....kosong...sendiri.. atau apalah yang bisa menafsirkan rasa hampaku. aku bukan lelah. bukan! atau bosan? bukan! aku hanya.. takut. Kumohon mengertilah.. dapatkah kamu bayangkan jika kita tidak menemukan ujung jalan? maksudku, kita tidak menemukan akhir kisah yang sedang kita perjuangkan, hanya ke-siaan, kamu tau? SAD ENDING. aku takut!
jika kita tidak menemukan ujung pelangi, akankah kamu menangis? tidak ya? tidak perlu bertanya padaku, karena aku pasti menangis..
Dari segala asa yang tersembunyi, dari banyak selipan yang ku bohongi, dari segenap rasa yang kupungkiri, sebenarnya aku masih selalu berharap pada keajaiban, agar Tuhan mengijinkan kita menjadi satu. Lebih dari selamanya.
Thursday, 19 January 2012
Lelaki Hujan
Aku ingin menceritakan pertemuan ku dengan "Dia". Catatan ini sudah lama tersimpan di notebook ku, namun kali ini, aku ingin menuliskanya disini..
Lelaki hujan..
Aku dan lelaki itu dipertemukan kala senja. Ketika langit memendung dan udara dingin memecah di sekitar kami. Kala itu, aku menari dengan hujan. bermain dengan beberapa saudara sepupuku.
Kemudian... Lelaki itu datang.. bersama seseorang yang aku kenal, saudara sepupuku yang lain.Ya, sahabat karibnya. Dia datang dalam hening, sehening tatap matanya yang kelam menusuk. pekat oleh ribuan desiran yang bergelombang menghampiriku.
Lelaki itu..
selalu datang disaat hujan, bersama dengan gerimis yang membasahi ujung-ujung rambutnya yang mulai panjang.
Selalu... Bersama hujan seolah tak ada waktu lain yang lebih tepat bagi kehadiranyaselain kala hujan.
Entahlah..
Entah apa yang menarik baginya dalam hujan itu. Seperti aku yang tak pernah bisa mengerti mengapa hujan mampu mengikatku dalam pesonanya yang meruah tiap kali datang musimnya.
Kali ini tak ingin aku membicarakn kecintaanku dan dia pada hujan. Aku hanya ingin membicarakan tentang lelaki itu, lelaki yang selalau datang bersama hujan. Lelaki Hujan...
(Tanah Bandung, 10 September 2010)
Lelaki hujan..
Aku dan lelaki itu dipertemukan kala senja. Ketika langit memendung dan udara dingin memecah di sekitar kami. Kala itu, aku menari dengan hujan. bermain dengan beberapa saudara sepupuku.
Kemudian... Lelaki itu datang.. bersama seseorang yang aku kenal, saudara sepupuku yang lain.Ya, sahabat karibnya. Dia datang dalam hening, sehening tatap matanya yang kelam menusuk. pekat oleh ribuan desiran yang bergelombang menghampiriku.
Lelaki itu..
selalu datang disaat hujan, bersama dengan gerimis yang membasahi ujung-ujung rambutnya yang mulai panjang.
Selalu... Bersama hujan seolah tak ada waktu lain yang lebih tepat bagi kehadiranyaselain kala hujan.
Entahlah..
Entah apa yang menarik baginya dalam hujan itu. Seperti aku yang tak pernah bisa mengerti mengapa hujan mampu mengikatku dalam pesonanya yang meruah tiap kali datang musimnya.
Kali ini tak ingin aku membicarakn kecintaanku dan dia pada hujan. Aku hanya ingin membicarakan tentang lelaki itu, lelaki yang selalau datang bersama hujan. Lelaki Hujan...
(Tanah Bandung, 10 September 2010)
Saturday, 14 January 2012
I am who I am
I am who I am, I don't give a damn what you think. You don't know what I've been through.
Ada seseorang yang pernah berkata padaku "jangan pernah merubah dirimu, jadilah kau apa adanya. jangan berubah untuk siapapun". well.. sejak dia mengatakan hal itu, aku berfikir bahwa ketika ada seseorang yang tidak bisa menerimaku, baik ataupun buruk. hal itu tidak sepenuhnya menjadi salahku. Lebih baik aku tidak memiliki teman baik daripada harus berpura-pura menyukai hal yang tidak aku suka.
Entah apa hubunganya, tapi sejak saat itu pula, aku tidak percaya dengan mahkluk bernama "sahabat".
"Orang yang kau sayangi, orang yang kau pedulikan, orang yang kau jaga, lalu kau sebut mereka sahabat. apa kau yakin mereka menyayangimu apa adanya? atau hanya berpura-pura?"
Aku pernah merasakanya sayang... aku pernah memiliki mereka. tapi diriku yang apadanya, menjadi tumbal untuk ditukar dengan kehadiran mereka. Yah, tidak semua sahabat seperti itu, tapi kebanyakan.
Terlalu baik dengan orang lain juga tidak terlalu bagus, mereka akan memanfaatkanmu. Well, mungkin aku tidak terlalu pandai dalam berteman. demi Tuhan, aku selalu menyayangi teman-teman ku. tapi mereka memanfaatkanku. sampai akhirnya aku lelah dan memilih, bersikap baik hanya pada orang yang masih pantas untuk diperlakukan dengan baik. mungkin beberapa orang berkata "perlakukan orang dengan baik, sekalipun mereka berperilaku jahat padamu". Tetap tersenyum walau di depanmu berdiri orang-orang yang menyakitimu? begitu kah maksudnya? Aku hanya tidak bisa berpura-pura memaafkan orang-orang yang menyakitiku. tidak sekarang, tapi akan ada saatnya, semua butuh proses. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, bukan menjadi apa yang orang lain inginkan.
Banyuwangi, 14 Januari 2012
Wednesday, 11 January 2012
Apa yang aku inginkan?
Hari ini aku merasa dadaku terasa penuh. sesak. dan ingin meledak. haruskah aku berteriak ? seperti yang orang lain lakukan di drama romantis yang sering muncul di layar televisi ku. berteriak saja tidak cukup sayang..
berteriak saja tidak menyembuhkan rasa sesak di dalam dadaku. terlalu naif.
ketika aku bertanya pada diriku "Apa yang aku inginkan darinya?" entah.. aku sendiri tak mengerti. aku menyeleksi jawaban-jawaban dari pertanyaan itu di dalam hatiku. apa aku ingin kembali menjadi kekasihnya? tidak. apa aku ingin dia selalu bersamaku? tidak. Entahlah, apa yang aku inginkan.
aku masih seorang pelajar. ingat? terperangkap di ruangan yang sama dengan seseorang yg membuat ku harus merasakan gemuruh lembut di dadaku. kau tau rasanya? aku seperti bukan diriku. setiap kali mata kami bertemu, salah satu akan mengalihkan pandangan. ada apa sebenarnya? untukmu, apa arti diriku? teman? musuh? meskipun harus berpura-pura, tidak bisakah kau memperlakukan aku sama seperti dengan mereka? kau tidak adil kau tau? kau tersenyum dengan mereka, tertawa berbicara. tapi tidak denganku.
Aku yakin kau menyadari bahwa diantara kita memang ada sesuatu. tapi.. bisakah kau jelaskan padaku seperti apa "sesuatu" itu?
Banyuwangi, 11 Januari 2012
berteriak saja tidak menyembuhkan rasa sesak di dalam dadaku. terlalu naif.
ketika aku bertanya pada diriku "Apa yang aku inginkan darinya?" entah.. aku sendiri tak mengerti. aku menyeleksi jawaban-jawaban dari pertanyaan itu di dalam hatiku. apa aku ingin kembali menjadi kekasihnya? tidak. apa aku ingin dia selalu bersamaku? tidak. Entahlah, apa yang aku inginkan.
aku masih seorang pelajar. ingat? terperangkap di ruangan yang sama dengan seseorang yg membuat ku harus merasakan gemuruh lembut di dadaku. kau tau rasanya? aku seperti bukan diriku. setiap kali mata kami bertemu, salah satu akan mengalihkan pandangan. ada apa sebenarnya? untukmu, apa arti diriku? teman? musuh? meskipun harus berpura-pura, tidak bisakah kau memperlakukan aku sama seperti dengan mereka? kau tidak adil kau tau? kau tersenyum dengan mereka, tertawa berbicara. tapi tidak denganku.
Aku yakin kau menyadari bahwa diantara kita memang ada sesuatu. tapi.. bisakah kau jelaskan padaku seperti apa "sesuatu" itu?
Banyuwangi, 11 Januari 2012
Tuesday, 10 January 2012
Hello
hm? ya mungkin ini kali pertama aku memposting di blog baru ku. entah bagaimana kabar blog lama ku yang tak pernah dapat kuingat passwordnya. aku lupa. ah, bukan, bukan lupa, aku sama sekali tidak ingat. well... harus memulai dari awal lagi. mm.. untuk blog baruku,aku ingin semua tulisan ku dalam bentuk bahasa yg tersusun , bukan hanya sekedar menulis dan menuangkan semua tanpa aturan. puitis, dramatis, atau apalah sebutanya. aku ingin seperti itu you know, karena aku suka. ok, HELLO my new blog :)
Tanah Banyuwangi, 10 Januari 2012
Tanah Banyuwangi, 10 Januari 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)

