6 tahun.
ternyata sudah selama itu aku mengenalmu, terjebak dalam hubungan yang bahkan aku sendiri tidak tau apa sebutanya. kekasih? sahabat? teman? aku bukan ketiganya, tapi kau memiliki hati ku, dan aku membiarkan mu berlaku sesuka hatimu.
6 tahun.
aku mengenalmu, lebih dari dirimu sendiri..
Mereka, yang bahkan kau sebut 'Sahabat' tidak mengenalmu yang sebenarnya bukan?
kadang aku menahan tawa dari belakang. lucu sekali. kau begitu menakjubkan dengan..... kepribadian gandamu.
Kemudian.. mereka mengetahuinya. tentang kita, mereka mengetahuinya..
Yang aku tahu, kau adalah bagian dari hidupku. tidak apa-apa jika kau berpikira lain, tapi kau lah alasan ku menangis dan tertawa. Sampai hari itu...
kau menjadi alasan mengapa aku menangis dan...menangis dan... menangis.
Demi mu, aku harus menjawab pertanyaan pertanyaan bodoh mereka..
Demi mu, aku menahan luka ku ketika kata demi kata keluar dari bibirku.
Demi mu, aku harus mengeringkan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mataku.
Demi mu, aku harus... mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyesakkan isi dadaku.
sudah kucoba melindungi nama mu, menjelaskan pada mereka bahwa itu tidak seperti yang mereka pikirkan sudah kucoba.. sudah kucoba... untuk melindungi dirimu, hanya secuil fakta dari ribuan kenyataan yang terpaksa aku buka. Demi mu. tapi kau sebut aku "pembohong". bisa kah kau bayangkan perasaanku? kau mengatakanya, hanya untuk mencari kata "aman" untuk dirimu sendiri bukan?
Kau bahkan tidak pernah peduli bagaimana denganku.. tidak sedikitpun..tidak sama sekali.
Bagaimana bisa kau menjadi seseorang yang tidak berhati?
selama itu, kau mengenalku. kau sangat mengenalku.
No comments:
Post a Comment