Aku ingin menceritakan pertemuan ku dengan "Dia". Catatan ini sudah lama tersimpan di notebook ku, namun kali ini, aku ingin menuliskanya disini..
Lelaki hujan..
Aku dan lelaki itu dipertemukan kala senja. Ketika langit memendung dan udara dingin memecah di sekitar kami. Kala itu, aku menari dengan hujan. bermain dengan beberapa saudara sepupuku.
Kemudian... Lelaki itu datang.. bersama seseorang yang aku kenal, saudara sepupuku yang lain.Ya, sahabat karibnya. Dia datang dalam hening, sehening tatap matanya yang kelam menusuk. pekat oleh ribuan desiran yang bergelombang menghampiriku.
Lelaki itu..
selalu datang disaat hujan, bersama dengan gerimis yang membasahi ujung-ujung rambutnya yang mulai panjang.
Selalu... Bersama hujan seolah tak ada waktu lain yang lebih tepat bagi kehadiranyaselain kala hujan.
Entahlah..
Entah apa yang menarik baginya dalam hujan itu. Seperti aku yang tak pernah bisa mengerti mengapa hujan mampu mengikatku dalam pesonanya yang meruah tiap kali datang musimnya.
Kali ini tak ingin aku membicarakn kecintaanku dan dia pada hujan. Aku hanya ingin membicarakan tentang lelaki itu, lelaki yang selalau datang bersama hujan. Lelaki Hujan...
(Tanah Bandung, 10 September 2010)
No comments:
Post a Comment