Hari ini aku tertawa lepas.. ya, aku tidak berbohong kali ini, aku benar-benar tertawa di tempat yang aku anggap sebagai..neraka? anggap saja begitu.
ruang kelasku.
dimana semua orang disana mengerti bahwa aku...ah, bukan aku, tapi hatiku yang sedang tersakiti. namun tetap saja, sedikitpun, mereka tidak peduli. dan aku memilih..diam dan..berpura-pura semua baik-baik saja.
Hari ini, di ruang itu, aku membuat beberapa teman disekitarku tertawa hingga mengeluarkan air mata. boleh jujur? aku senang ada orang yang tertawa karenaku. tertawa dari hati mereka. hihi. mereka menyebutku "gila" hari ini. aku tidak keberatan mereka bertiga menyebutku "gila". karena kenyataanya, aku memang merasa bahwa diriku mulai tidak waras.
Menjadi moodbooster untuk beberapa temanku. itu lebih baik daripada aku tidak melakukan apa-apa dan lagi-lagi teringat kepedihan dihatiku. katakan aku berlebihan, tapi, itu kenyataanya, kepedihanku ini berlebihan. salahku?
Aku sudah menahanya, aku sudah menahanya, aku akan baik-baik saja selama aku berpura-pura.
Crack. retak sudah pertahananku. aku tidak cukup kuat untuk membendung segala luka dan air mata. aku manusia, ingat? bagaimana bisa kau membendung sesuatu yang jelas-jelas di tempatmu berdiri saat itu ada goncangan yang mampu mengoyak pertahananmu? aku telah gagal. di depan mataku, semuanya...begitu buram, namun aku masih bisa melihat jelas, dengan hatiku. semua terlihat jelas, begitu nyata.
Dan malam ini, aku menangis. aku terlalu cengeng bukan? aku tau hal itu, dan aku tidak bisa menghentikanya. berulang kali nama Tuhan keluar dari mulutku. Aku menyebut nama-Nya. berulang-ulang. aku meminta-Nya untuk menolongku, menopangku, membantu ku berdiri, dan memperbaiki retakan dihatiku.
Ya Tuhan.. tutuplah retakan ini, beri aku waktu lebih lama untuk bertahan, sedikit lebih lama dari saat ini, sedikit lebih lama.
No comments:
Post a Comment