Sunday, 30 December 2012

Aku, Seorang Pecinta


Aku.
Aku mencintaimu ketika kau tidak tau aku sedang mencintaimu. Aku mencintaimu...seperti...
Apakah seperti bunyi laut yang bergemuruh dan kemudian lembut? ataukah seperti suara ombak yang pecah pias di ujung pasir putih yang terhampar diam? Pasrah? Aku tak tau.
Aku.
Aku mencintaimu seperti aku tak mencintamu. Bukankah rasa memang seperti itu? saling menipu. karena kadang kala, pun keadaan tak berpihak padaku.
Aku.
Aku mencintaimu. Walau tak seperti Gibran ataupun Shakespeare, tapi aku Pecinta.
Aku.
Aku menunggumu. Menunggumu mengatakan bahwa 'aku juga mencintaimu'. Menunggumu mengatakan bahwa 'Kita akan bersama'. Menunggumu mengatakan bahwa 'Kau berarti dalam hidupku'. Pun sekedar berkata 'Aku merindukanmu'.
Tapi bukankah cinta itu rumit? Tak sesederhana seperti Hawa merayu Adam. Tak seperti hujan yang jatuh, menetes di tubuh kering bumi. Tak seperti embun yang cepat menghilang. Tak seperti itu bukan?
Aku hanya ingin kau tau bahwa aku mencintaimu. Tak perlu begitu rumit, Tak perlu begitu sulit, Mencintaimu dengan sederhana. Memasukkan tiap namamu dalam doaku, Berharap bertemu kau di ujung pelangi sana dan menepuk bahumu sambil berkata "Hai, sudah lama menungguku?". Sesederhana itu, hanya sesederhana itu. Tak bisa kah? Ah, aku tak tau.


No comments:

Post a Comment