Tuesday, 1 January 2013

An Invisible Red String

"Wahai Sang penggenggam hatiku, Engkaulah Yang Maha Mengetahui atas segalanya, Engkau pula yang Maha membolak-balikkan hati ku, hambaMu. Engkau juga sangat tau seperti apa isi hati ku, termasuk jika ada seseorang yang mengusiknya.
Ya Rabb, tentang cinta dan jodohku, aku pasrahkan sepenuhnya kepadaMu. Jika memang takdir cintaku untuknya, biarlah waktu yang menjawab benar adanya. Namun, Jika Engkau tidak mengijinkanya hapuslah ia dengan indah, seindah Engkau menganugerahkanya. Jagalah hatiku Ya Allah, karena Engkaulah sebaik-baiknya penjaga. Tuntunlah hati hamba semoga tetap berjalan dalam lingkaran jalanMu."
Bagaimana jika kau bisa melihat benang merah itu? Benang merah yang saling menghubungkan antara dirimu dan jodohmu? dan bagaimana jika ia....berada dihadapanmu? Aku tak tau.

Bergulir terpanjatkan doa untukmu calon imamku, semoga Allah menyampaikanya bersama hembusan angin.
Wahai Engkai yang tulang rusuknya di pilih Allah untuk menciptakanku, aku tau namamu dituliskan Allah dalam bukuNya. Aku memang tak tau siapa engkau, aku tak tau seperti apa sosokmu, pun tak tau kapan engkau akan datang. mungkin esok? sekarang? nanti atau bahkan kita sudah dipertemukan di masa lalu. aku bahkan tak tau jika ternyata seseorang yang kutemui beberapa waktu lalu adalah dirimu, sang pemilik tulang rusuk itu. Mungkin engkau begitu dekat, ada disekitarku, atau bahkan sangat jauh? aku tak tau.
Entahlah....aku tak mengerti

Tapi siapapun dan kapanpun engkau datang, semoga engkau yang ditakdirkan, adalah pribadi yang teguh pada agama Allah, snatun dan penyayang pada istrinya, lemah lembut tetapi tegar dan gagah, menerima aku apa adanya dan seorang pemimpin yang arif dan bijak dalam mengambil keputusan.

Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga kesalehanmu. Semoga Allah meneguhkan jalanmu. Dan semoga benang merah yang terkait diantara jemari jemari kita terjaga atas nama Allah.


No comments:

Post a Comment